
Kejang mendadak di rumah bisa membuat siapa pun panik, terutama jika terjadi pada anak, orang tua, atau anggota keluarga yang belum pernah mengalaminya. Tubuh yang tiba-tiba kaku, tangan dan kaki bergerak tanpa kendali, hingga hilangnya kesadaran sering kali membuat orang di sekitarnya bingung harus berbuat apa.
Sayangnya, masih ada anggapan bahwa orang yang sedang kejang harus diberi sendok, kain, atau benda lain ke dalam mulut agar tidak menggigit lidah. Padahal, tindakan tersebut justru berbahaya dan dapat menyebabkan cedera pada gigi, mulut, maupun saluran pernapasan.
Lalu, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama saat seseorang mengalami kejang di rumah? Indodoc menyebutkan kuncinya adalah menjaga keselamatan korban, melindungi kepala, mengamati durasi kejang, dan mengetahui kapan bantuan medis darurat harus segera dipanggil.
Apa yang Terjadi Saat Seseorang Mengalami Kejang?
Kejang terjadi akibat aktivitas listrik di otak yang tidak normal. Kondisinya dapat terlihat berbeda pada setiap orang. Ada yang mengalami tubuh kaku disertai gerakan menyentak berulang, sementara orang lain mungkin hanya menatap kosong, tidak merespons, atau menunjukkan gerakan tertentu secara berulang.
Kejang dapat berkaitan dengan epilepsi, demam pada anak, gangguan kadar gula darah, infeksi, cedera kepala, atau kondisi medis lainnya. Karena penyebabnya beragam, kejang pertama kali tidak boleh langsung dianggap sebagai epilepsi.
Tidak semua kejang disertai hilangnya kesadaran, dan tidak semua orang yang mengalami kejang memiliki riwayat penyakit yang sama. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi korban dan mencari pertolongan sesuai tingkat kegawatannya.
Langkah Pertolongan Pertama Saat Kejang di Rumah
Jika seseorang mengalami kejang, usahakan tetap tenang dan lakukan langkah-langkah berikut.
1. Jauhkan Benda Berbahaya di Sekitar Korban
Singkirkan meja kecil, kursi, benda tajam, peralatan kaca, atau benda keras yang dapat melukai tubuh korban. Jika orang tersebut berada dekat tangga, api, atau sumber bahaya lain, lindungi dari bahaya tersebut tanpa memaksakan gerakan yang berisiko.
Jangan memindahkan korban secara paksa kecuali tempatnya membahayakan keselamatan. Tujuan utama adalah mencegah cedera tambahan selama kejang berlangsung.
2. Lindungi Kepala dengan Benda Lembut
Letakkan benda lembut dan datar, seperti handuk terlipat atau pakaian, di bawah kepala korban jika memungkinkan. Longgarkan pakaian yang ketat di sekitar leher agar korban lebih nyaman.
Jangan menahan tangan dan kaki yang bergerak. Gerakan tersebut terjadi di luar kendali korban, dan menahannya dengan paksa dapat menyebabkan cedera pada otot atau sendi.
3. Jangan Memasukkan Benda Apa Pun ke Mulut
Ini adalah salah satu hal terpenting dalam pertolongan pertama kejang. Jangan memasukkan sendok, jari, kain, air, obat, atau benda lainnya ke dalam mulut korban.
Seseorang tidak mungkin menelan lidahnya sendiri. Memasukkan benda ke mulut justru dapat menyebabkan gigi patah, luka pada rongga mulut, atau benda masuk ke saluran pernapasan. Jangan pula memaksa membuka rahang yang sedang mengatup.
Biarkan kejang berlangsung sambil menjaga lingkungan sekitar tetap aman.
4. Catat Durasi Kejang
Perhatikan waktu mulai dan berakhirnya kejang. Jika memungkinkan, gunakan jam atau pengatur waktu pada ponsel.
Informasi durasi sangat penting bagi tenaga medis. Kejang yang berlangsung selama lima menit atau lebih merupakan keadaan darurat. Segera hubungi layanan darurat jika kejang mencapai lima menit, berlangsung lebih lama daripada biasanya, atau terjadi berulang tanpa korban kembali sadar di antara episode.
Jika ini merupakan kejang pertama korban, segera cari pertolongan medis meskipun kejang sudah berhenti.
5. Setelah Kejang Berhenti, Periksa Pernapasan
Ketika gerakan kejang berhenti, perhatikan apakah korban bernapas secara normal dan mulai merespons. Jika korban belum sadar sepenuhnya tetapi bernapas normal, miringkan tubuhnya ke posisi pemulihan untuk membantu menjaga jalan napas, selama tidak dicurigai mengalami cedera tulang belakang atau cedera berat lainnya.
Tetap dampingi korban sampai pulih atau bantuan datang. Jangan langsung memberikan makanan, minuman, atau obat melalui mulut sebelum korban benar-benar sadar dan mampu menelan dengan aman.
Jika korban tidak bernapas normal setelah kejang berhenti, segera hubungi layanan darurat dan ikuti instruksi petugas. Mulai resusitasi jantung paru (RJP) jika diperlukan dan Anda mampu melakukannya.
Kapan Kejang Mendadak Harus Dibawa ke Rumah Sakit?
Tidak semua episode kejang membutuhkan penanganan yang sama, tetapi beberapa kondisi harus dianggap darurat. Segera hubungi layanan medis darurat jika:
- Kejang berlangsung selama lima menit atau lebih.
- Kejang berulang tanpa korban sadar kembali di antara episode.
- Korban mengalami kesulitan bernapas atau tidak bernapas normal setelah kejang.
- Ini adalah kejang pertama yang pernah dialami korban.
- Korban mengalami cedera serius, termasuk cedera kepala.
- Kejang terjadi di dalam air.
- Korban sedang hamil atau memiliki diabetes dan kehilangan kesadaran.
- Korban tidak kunjung kembali ke kondisi biasanya setelah kejang berhenti.
Pada anak, kejang yang disertai demam juga perlu dinilai sesuai usia dan kondisinya, terutama jika baru pertama kali terjadi, berlangsung lama, atau disertai gangguan pernapasan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Korban Sadar?
Setelah kejang berhenti, seseorang mungkin merasa bingung, lelah, mengantuk, atau tidak mengingat kejadian yang baru dialami. Kondisi ini dapat terjadi pada fase pemulihan.
Berbicaralah dengan tenang dan jelaskan secara singkat apa yang terjadi. Berikan ruang untuk beristirahat di tempat yang aman, tetapi tetap awasi pernapasan dan responsnya.
Jangan memaksa korban langsung berdiri atau berjalan. Jika kesadaran tidak pulih seperti biasanya, muncul kelemahan baru, sakit kepala berat, atau gangguan pernapasan, segera cari pertolongan medis.
Catat durasi kejang, gerakan yang terlihat, perubahan kesadaran, dan gejala sebelum maupun sesudah kejadian. Informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan penyebab dan pemeriksaan yang diperlukan.
FAQ Seputar Pertolongan Pertama Kejang
Apakah orang yang kejang bisa menelan lidahnya sendiri?
Tidak. Memasukkan benda ke mulut untuk mencegah lidah tertelan merupakan tindakan yang keliru. Cara tersebut dapat menyebabkan cedera dan mengganggu jalan napas.
Bolehkah menahan tangan dan kaki orang yang sedang kejang?
Tidak disarankan. Jangan menahan gerakannya dengan paksa. Jauhkan benda berbahaya dan lindungi kepala agar risiko cedera berkurang.
Berapa lama kejang dianggap berbahaya?
Kejang yang berlangsung lima menit atau lebih merupakan keadaan darurat. Kejang berulang tanpa korban sadar kembali juga membutuhkan bantuan medis segera.
Apakah orang yang kejang boleh langsung diberi minum?
Tidak. Tunggu sampai korban benar-benar sadar dan mampu menelan dengan aman. Memberikan air, makanan, atau obat saat kesadaran belum pulih dapat menyebabkan tersedak.
Apakah kejang pertama harus diperiksa dokter?
Ya. Kejang pertama perlu mendapatkan penilaian medis untuk mencari penyebabnya, meskipun gerakan kejang sudah berhenti. Jika berlangsung lama atau disertai gangguan pernapasan, hubungi layanan darurat.
Kesimpulan
Kejang mendadak di rumah memang dapat menimbulkan kepanikan, tetapi pertolongan yang tepat bisa membantu mengurangi risiko cedera. Jauhkan benda berbahaya, lindungi kepala, jangan menahan gerakan tubuh, dan jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut.
Catat durasi kejang dan perhatikan pernapasan setelah gerakan berhenti. Jika kejang berlangsung lima menit atau lebih, terjadi berulang tanpa pemulihan kesadaran, atau disertai gangguan pernapasan, segera hubungi layanan darurat. Jika kejang baru pertama kali terjadi, korban tetap perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
