
Selama ini, vaksin HPV lebih sering dikenal sebagai vaksin untuk mencegah kanker serviks pada perempuan. Padahal, infeksi Human Papillomavirus (HPV) juga dapat menyerang laki-laki dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kutil kelamin serta beberapa jenis kanker. Fakta ini membuat vaksin HPV penting untuk dipahami oleh semua orang, bukan hanya perempuan.
Lalu, apakah laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV? Siapa yang sebaiknya mempertimbangkannya, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan vaksinasi? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu HPV dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
Human Papillomavirus atau HPV merupakan kelompok virus yang memiliki banyak tipe. Sebagian infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, infeksi oleh tipe tertentu bisa menetap dan meningkatkan risiko munculnya penyakit serius.
Pada perempuan, infeksi HPV berisiko tinggi merupakan penyebab utama kanker serviks atau kanker leher rahim. Sementara itu, HPV juga berkaitan dengan kanker penis, anus, serta kanker di area mulut dan tenggorokan pada laki-laki maupun perempuan. Beberapa tipe HPV lainnya dapat menyebabkan kutil kelamin.
Penularan HPV terutama terjadi melalui kontak intim, termasuk kontak kulit di area genital. Seseorang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala sehingga tidak selalu menyadari bahwa dirinya membawa virus tersebut.
Menurut WHO, vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah kanker yang berkaitan dengan infeksi virus ini.
Mengapa Vaksin HPV Bukan Hanya untuk Perempuan?
Alasan utama vaksin HPV juga relevan bagi laki-laki adalah karena virus ini dapat menimbulkan masalah kesehatan pada kedua jenis kelamin.
Berikut beberapa manfaat yang perlu diketahui menurut indodoc.
1. Membantu Mencegah Kanker Terkait HPV
Vaksin HPV dirancang untuk melindungi tubuh dari tipe virus tertentu yang dapat menyebabkan kanker. Pada laki-laki, perlindungan ini dapat membantu menurunkan risiko kanker anus, penis, serta sebagian kanker orofaring atau area belakang mulut dan tenggorokan, bergantung pada tipe vaksin yang digunakan.
Pada perempuan, manfaat utamanya mencakup pencegahan infeksi penyebab kanker serviks dan sejumlah kanker lain yang berkaitan dengan HPV.
Meski demikian, vaksin tidak memberikan perlindungan terhadap semua tipe HPV. Karena itu, vaksinasi perlu dipahami sebagai langkah pencegahan, bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan pernah mengalami penyakit terkait HPV.
2. Mengurangi Risiko Kutil Kelamin
Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kutil pada area genital. Jenis vaksin tertentu memberikan perlindungan terhadap tipe virus yang paling sering menyebabkan kondisi tersebut.
Dengan mendapatkan vaksin sesuai rekomendasi, seseorang dapat memperoleh perlindungan terhadap tipe HPV yang tercakup dalam vaksin tersebut.
3. Mendukung Pencegahan Penularan
Vaksinasi pada kelompok yang memenuhi syarat membantu mengurangi risiko infeksi HPV yang ditargetkan. Jika cakupan vaksinasi meningkat, manfaat perlindungan juga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Namun, vaksinasi tidak menggantikan kebiasaan menjaga kesehatan seksual dan tidak melindungi dari semua infeksi menular seksual.
Siapa yang Sebaiknya Mempertimbangkan Vaksin HPV?
Anak-anak dan remaja
Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar virus. Oleh sebab itu, vaksinasi sejak usia praremaja menjadi strategi pencegahan yang penting.
Di Indonesia, program imunisasi HPV mencakup anak perempuan usia sekolah dan telah diperluas secara bertahap kepada anak laki-laki di wilayah atau kelompok sasaran tertentu. Jadwal dan cakupan program dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah.
Orang tua sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui puskesmas, sekolah, atau fasilitas kesehatan setempat.
Laki-laki
Laki-laki juga dapat berkonsultasi mengenai vaksin HPV untuk membantu melindungi diri dari penyakit terkait virus tersebut. Manfaat, usia pemberian, jumlah dosis, dan ketersediaan vaksin dapat berbeda sesuai kondisi serta rekomendasi yang berlaku.
Orang dewasa
Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV dapat mendiskusikan manfaat vaksinasi dengan dokter. Keputusan pemberian vaksin perlu mempertimbangkan usia, riwayat vaksinasi, kemungkinan paparan sebelumnya, dan pedoman yang berlaku.
Vaksin tidak digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi. Meskipun demikian, seseorang yang pernah terpapar HPV mungkin masih memperoleh manfaat perlindungan terhadap tipe virus lain yang belum pernah menginfeksinya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Mendapatkan Vaksin HPV?
Secara umum, vaksin HPV dianjurkan diberikan sebelum seseorang terpapar virus, sehingga masa anak-anak dan remaja menjadi waktu yang penting untuk mempertimbangkan vaksinasi.
Jumlah dosis tidak selalu sama untuk setiap orang. Jadwal dapat bergantung pada usia saat vaksin pertama diberikan, kondisi sistem kekebalan tubuh, jenis vaksin, serta pedoman nasional yang berlaku.
Karena itu, jangan menentukan jumlah dosis hanya berdasarkan informasi dari media sosial. Konsultasikan jadwal yang tepat dengan dokter atau petugas imunisasi.
Apakah Vaksin HPV Aman?
Vaksin HPV telah melalui evaluasi keamanan dan efektivitas. Efek samping yang umum terjadi biasanya ringan, seperti nyeri, kemerahan, atau pembengkakan di lokasi suntikan. Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala, demam ringan, atau pusing.
Setelah vaksinasi, penerima vaksin biasanya diminta duduk atau beristirahat sejenak untuk membantu mengurangi risiko cedera apabila merasa pusing atau hampir pingsan.
Sampaikan kepada tenaga kesehatan jika memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin atau komponennya. Jika muncul kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, maupun tanda reaksi alergi berat lainnya setelah vaksinasi, segera cari pertolongan medis.
Apakah Vaksin HPV Menggantikan Pemeriksaan Kesehatan?
Tidak. Vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan memiliki fungsi yang berbeda. Vaksin membantu mencegah infeksi HPV tertentu, sedangkan skrining kanker serviks bertujuan mendeteksi perubahan sel atau tanda penyakit sedini mungkin.
Perempuan yang telah menerima vaksin HPV tetap perlu mengikuti rekomendasi skrining kanker serviks sesuai usia dan pedoman kesehatan. Vaksinasi juga tidak menggantikan pemeriksaan medis jika muncul keluhan yang mencurigakan.
FAQ Seputar Vaksin HPV
1. Apakah laki-laki boleh mendapatkan vaksin HPV?
Ya. Laki-laki dapat memperoleh manfaat vaksin HPV untuk membantu mencegah penyakit terkait HPV, termasuk kutil kelamin dan beberapa jenis kanker. Kelayakan vaksinasi sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
2. Apakah vaksin HPV hanya diberikan kepada anak-anak?
Tidak selalu. Vaksinasi paling efektif sebelum paparan HPV dan diprioritaskan pada usia anak serta remaja. Orang dewasa tertentu juga dapat mempertimbangkan vaksinasi berdasarkan usia dan rekomendasi medis.
3. Apakah vaksin HPV bisa mengobati infeksi yang sudah terjadi?
Tidak. Vaksin HPV bertujuan mencegah infeksi baru dari tipe virus yang dicakup, bukan mengobati infeksi atau penyakit yang sudah ada.
4. Apakah orang yang sudah menikah masih bisa mendapatkan vaksin HPV?
Status pernikahan bukan satu-satunya penentu kelayakan vaksinasi. Usia, riwayat vaksinasi, kemungkinan paparan HPV, dan rekomendasi dokter lebih relevan dalam menentukan manfaat vaksin bagi seseorang.
5. Apakah perempuan yang sudah divaksin tetap perlu skrining kanker serviks?
Ya. Vaksin tidak melindungi dari seluruh tipe HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks. Skrining tetap diperlukan sesuai rekomendasi kesehatan.
Kesimpulan
Vaksin HPV bukan hanya penting bagi perempuan. Laki-laki juga dapat mengalami infeksi HPV dan berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut. Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi dari tipe HPV tertentu, mengurangi risiko sejumlah kanker, serta melindungi dari kutil kelamin yang disebabkan tipe virus tertentu.
Waktu pemberian terbaik umumnya sebelum seseorang terpapar HPV. Untuk mengetahui kelayakan, jumlah dosis, dan jadwal vaksinasi yang sesuai, konsultasikan dengan dokter atau fasilitas kesehatan. Dengan informasi yang tepat dan langkah pencegahan sejak dini, perlindungan terhadap penyakit terkait HPV dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
