
Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami orang lanjut usia. Padahal, hipertensi juga dapat terjadi pada usia muda. Bahkan, kondisi ini kerap tidak disadari karena seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa tanpa merasakan keluhan yang khas.
Tekanan darah yang terus berada di atas batas sehat bukan sesuatu yang sebaiknya diabaikan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, hipertensi dapat membebani jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Kabar baiknya, indodoc menjelaskan banyak faktor risiko hipertensi berkaitan dengan gaya hidup yang masih dapat diperbaiki.
Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?
Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Angkanya biasanya ditulis dalam dua bagian, yaitu tekanan sistolik dan diastolik.
Tekanan sistolik menunjukkan tekanan ketika jantung memompa darah, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung berada di antara denyutan.
Seseorang tidak seharusnya menyimpulkan hipertensi hanya dari satu kali pengukuran. Tekanan darah dapat berubah karena aktivitas, stres, kurang tidur, konsumsi kafein, atau kondisi lainnya. Pengukuran yang dilakukan dengan benar dan berulang dapat memberikan gambaran yang lebih akurat.
Mengapa Anak Muda Bisa Mengalami Hipertensi?
Ada anggapan bahwa usia muda otomatis melindungi seseorang dari tekanan darah tinggi. Faktanya, berbagai faktor dapat membuat tekanan darah meningkat bahkan ketika seseorang masih berusia produktif.
1. Pola makan tinggi garam
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang. Makanan instan, makanan kemasan, makanan cepat saji, serta berbagai makanan olahan dapat menjadi sumber natrium yang sering tidak disadari.
2. Kurang bergerak
Gaya hidup yang lebih banyak duduk, bekerja di depan komputer, atau menghabiskan waktu dengan perangkat digital dapat membuat aktivitas fisik harian menjadi minim. Kurangnya aktivitas dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
3. Berat badan berlebih
Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan masalah metabolisme lainnya.
4. Stres berkepanjangan
Stres dapat menyebabkan tekanan darah meningkat sementara. Jika seseorang terus mengalami stres dan menjalani kebiasaan yang kurang sehat sebagai respons terhadap stres, kondisi tersebut dapat ikut memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
5. Kurang tidur
Tidur yang tidak cukup atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu berbagai proses penting dalam tubuh. Pada sebagian orang, gangguan tidur juga berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi.
6. Merokok dan alkohol
Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.
7. Faktor keturunan
Riwayat keluarga memiliki peran dalam risiko hipertensi. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan tekanan darah tinggi sebaiknya lebih memperhatikan pola hidup dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Hipertensi pada Usia Muda Bisa Disebabkan Kondisi Medis
Tidak semua hipertensi pada orang muda disebabkan oleh gaya hidup. Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.
Gangguan ginjal, masalah hormon, sleep apnea, atau penggunaan obat tertentu dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa. Karena itu, hipertensi yang muncul pada usia sangat muda, sulit dikendalikan, atau terjadi secara tidak biasa sebaiknya dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Pemeriksaan bukan hanya bertujuan mencari angka tekanan darah, tetapi juga memahami mengapa tekanan darah meningkat.
Apakah Hipertensi Selalu Menimbulkan Gejala?
Salah satu hal yang membuat hipertensi berbahaya adalah kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Sebagian orang mungkin mengalami sakit kepala, pusing, mudah lelah, atau jantung berdebar, tetapi keluhan tersebut tidak spesifik untuk hipertensi. Artinya, seseorang tidak dapat memastikan tekanan darahnya tinggi hanya berdasarkan perasaan tubuh.
Cara yang lebih tepat adalah mengukur tekanan darah menggunakan alat yang sesuai dan dengan teknik yang benar.
Apa Risiko Hipertensi Jika Dibiarkan?
Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat memberikan beban berlebih pada pembuluh darah dan organ tubuh.
Dalam jangka panjang, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, serta berbagai komplikasi kardiovaskular lainnya. Risiko tersebut dapat menjadi lebih besar apabila hipertensi disertai kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, obesitas, atau faktor risiko lainnya.
Inilah alasan pentingnya mengenali hipertensi sejak usia muda, bukan menunggu sampai muncul komplikasi.
Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi Sejak Muda
Pencegahan tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Mulailah dengan mengurangi konsumsi garam dan makanan ultra-proses, memperbanyak sayuran serta buah, dan memilih sumber protein yang lebih sehat. Perhatikan juga porsi makan agar berat badan tetap berada dalam rentang sehat.
Usahakan tubuh tetap aktif setiap hari. Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
Selain itu, berhenti merokok, membatasi alkohol, tidur cukup, serta mencari cara yang sehat untuk mengelola stres juga penting.
Yang tidak kalah penting, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Dengan mengetahui kondisi lebih awal, perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Jika hasil pengukuran tekanan darah berulang kali menunjukkan angka tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan semakin penting jika tekanan darah tinggi muncul pada usia muda tanpa faktor yang jelas atau disertai kondisi kesehatan lainnya.
Jika tekanan darah sangat tinggi dan disertai nyeri dada, sesak napas, kebingungan, gangguan penglihatan, kelemahan atau mati rasa mendadak, atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan medis karena gejala tersebut dapat menandakan kondisi darurat.
FAQ Seputar Hipertensi di Usia Muda
1. Apakah orang berusia 20-an bisa terkena hipertensi?
Bisa. Usia muda tidak sepenuhnya melindungi seseorang dari hipertensi. Faktor genetik, pola makan, berat badan, aktivitas fisik, stres, tidur, kondisi medis, dan faktor lainnya dapat berpengaruh.
2. Apakah hipertensi selalu terasa sakit?
Tidak. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi penting meskipun seseorang merasa sehat.
3. Apakah makanan asin dapat menyebabkan tekanan darah tinggi?
Konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang. Mengurangi makanan tinggi garam merupakan salah satu langkah yang dapat membantu menjaga tekanan darah.
4. Apakah olahraga dapat menurunkan risiko hipertensi?
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung, berat badan, dan tekanan darah. Jenis serta intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
5. Apakah stres bisa membuat tekanan darah naik?
Stres dapat menyebabkan tekanan darah meningkat sementara. Stres berkepanjangan yang disertai pola tidur buruk dan kebiasaan hidup kurang sehat juga dapat berkontribusi terhadap risiko hipertensi.
6. Kapan sebaiknya mulai rutin mengukur tekanan darah?
Tidak perlu menunggu munculnya keluhan. Pemeriksaan berkala dapat membantu mengetahui kondisi tekanan darah lebih awal, terutama jika memiliki faktor risiko hipertensi atau riwayat keluarga.
7. Apakah hipertensi pada usia muda bisa dicegah?
Risiko hipertensi dapat dikurangi dengan menerapkan pola makan sehat, aktif bergerak, menjaga berat badan, tidak merokok, membatasi alkohol, tidur cukup, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kesimpulan
Tekanan darah tinggi bukan hanya masalah orang lanjut usia. Anak muda juga dapat mengalaminya, terutama ketika terdapat kombinasi faktor genetik, pola hidup kurang sehat, kelebihan berat badan, kurang aktivitas, stres, atau kondisi medis tertentu.
Karena hipertensi sering tidak memberikan tanda yang jelas, pemeriksaan tekanan darah menjadi langkah sederhana yang sangat berarti. Jangan menunggu tubuh memberikan sinyal berupa keluhan berat. Mengetahui kondisi lebih awal memberi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai bila memang diperlukan.
